Kabar Bebas

Berita Hukum, Ekonomi, Sosial, Lingkungan dan Kesehatan

Perselisihan Hubungan Industrial (Kerangka Teoritis)

UU No.2 Tahun 2004 sebagai sebuah sumber hukum dalam penyelesaian perselisihan hubungan industrial di Indonesia dengan meminjam pengertian Sudikno Mertokusumo tentang tujuan hukum maka UU No.2 Tahun 2004 memiliki tujuan untuk menciptakan tatanan yang tertib dan seimbang (Sudikno Mertokesumo, Mengenal Hukum (Suatu Pengantar), edisi Ketiga, (Yogyakarta: Liberty, 1991), hal. 58). Dengan tercapainya ketertiban diharapkan kepentingan para pihak yang terlibat akan terlindungi.

Dalam mencapai tujuan itu, UU No.2 Tahun 2004 sebagai sumber hukum bertugas membagi hak dan kewajiban, wewenang dan mengatur cara memecahkan masalah hukum serta kepastian hukum. Ini dilakukan dengan memberikan pengaturan bagi terselenggaranya penyelesaian perselisihan hubungan industrial antara pekerja dan pengusaha.

Agar pengaturan perselisihan hubungan industrial berlangsung sesuai dengan tujuan yang diharapkan atau berlangsung efektif, maka UU No.2 Tahun 2004 dipengaruhi berbagai faktor yang melingkupinya. Menurut Soerjono Soekanto, faktor-faktor tersebut saling berkaitan dengan eratnya, oleh karena merupakan esensi dari penegakan hukum dan juga merupakan tolok ukur dari efektifitas penegakan hukum. Faktor-faktor yang dimaksud terdiri dari:

1.      Faktor hukumnya sendiri yaitu undang-undangnya.

2.      Faktor penegak hukum yakni pihak-pihak yang membentuk maupun menerapkan hukum.

3.      Faktor sarana atau fasilitas yang mendukung penegakan hukum.

4.      Faktor masyarakat, yakni lingkungan dimana hukum tersebut berlaku atau diterapkan.

5.      Faktor kebudayaan, yakni sebagai hasil karya, cipta dan rasa yang didasarkan pada karsa manusia di dalam pergaulan hidup.

 

Hubungan industrial merupakan perluasan pemahaman hubungan kerja yang semula dipahami sebagai hubungan antara buruh dan pengusaha menjadi hubungan yang melibatkan pihak ketiga yaitu pemerintah. Didalam hubungan industrial, unsur yang terlibat didalamnya dituntut dapat memerankan peran dan fungsinya dengan baik, sehingga tercipta hubungan harmonis diantara pelakunya yang pada akhirnya akan menggairahkan perkembangan ekonomi, menciptakan ketenangan usaha dan ketenteraman kerja serta dapat mendorong produktivitas dan kesejahteraan pekerja (Soerjono Soekanto, Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penegakan Hukum, (Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2007), hal. 8-9). Hubungan pekerja dan pengusaha dalam proses produksi barang dan jasa merupakan hubungan yang saling membutuhkan. Pengusaha sebagai pemilik modal, teknologi dan usaha yang bertujuan untuk mencapai suatu keuntungan tertentu, membutuhkan pekerja untuk keberhasilan dan keuntungan usaha. Pekerja sebagai pihak yang bekerja untuk menjalankan usaha dari pengusaha dengan menerima upah atau imbalan membutuhkan pengusaha untuk dapat memenuhi kebutuhan dan kesejahteraan diri serat keluarganya.

Untuk mewujudkan peran dan fungsinya tersebut, peran yang dilakukan para pihak tersebut diatur melalui fungsinya tersebut, peran yang dilakukan para pihak tersebut diatur melalui UU No.13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Berdasarkan ketentuan tersebut, pemerintah selaku penguasa memiliki fungsi untuk menetapkan kebijakan, memberikan pelayanan, melaksanakan pengawasan dan melakukan penindakan terhadap pelanggaran peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. Pekerja beserta serikat pekerja mempunyai fungsi menjalankan pekerjaan sesuai dengan kewajibannya, menjaga ketertiban demi kelangsungan produksi, menyalurkan aspirasi secara demokratis, mengembangkan keterampilan dan keahliannya serta ikut memajukan perusahaan dan memperjuangkan kesejahteraan anggota beserta keluarganya. Penusaha dan organisasi pengusahanya mempunyai fungsi menciptakan kemitraan, mengmbangkan usaha, memperluas lapangan kerja dan memberika kesejahteraan buruh secara terbuka, demokratis dan berkeadilan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: